Kehendak Schopenhauer

Arthur Schopenhauer saya baca pertama kali dari Nietzsche. Saya lupa dari Nietzsche yang mana. Hari ini, untuk pertama kalinya, saya membaca langsung bukunya: The World as Will and Idea jilid II. Sengaja saya langsung melompat ke jilid II karena saya penasaran untuk mencoba mengetahui pandangannya tentang kehendak. Dua minggu sebelumnya, saya membaca buku Hazrat Inayat Khan yang juga membicarakan tentang kehendak dan saya merasa membutuhkan tafsir lain tentang kehendak. Jauh sebelumnya, saya pernah membaca pandangan Nietzsche tentang kehendak yang terkenal dengan rumusan “kehendak untuk berkuasa” atau “will to power”.

Ada beberapa perbedaan mendasar antara Inayat, Nietzsche dan Schopenhauer dalam hal kehendak. Jika Inayat lebih menempatkan kehendak dalam area yang lebih spiritual, Nietzsche lebih banyak berbicara tentang kehendak dalam relasinya dengan kehidupan sosial, sementara Schopenhauer rasa-rasanya lebih berbicara dalam kerangka metafisis. Saya mesti membaca lebih detail lagi untuk memahami titik perbedaan antara Nietzsche dan Scopenhauer karena dalam bebeapa bagian saya merasa mereka memiliki titik kesepahaman yang sama.

Hanya saja, Schopenhauer lebih berbicara tentang kehendak untuk lebih memahami diri/individu. Schopenhauer berbicara tentang kehendak dalam hubungannya dengan tubuh. Tanpa tubuh tak akan pernah ada kehendak. Tubuh mendahului kehendak dan kehendak ditempatkan sebagai -katakanlah- manifestasi dari tubuh, persisnya manifestasi tubuh yang dilakukan secara sadar.

Ada kata-kata bagus dari Schopenhauer yang rasa-rasanya bisa menjadi kunci untuk memahami hubungan antara kehendak dengan tubuh: “Kehendak adalah pengetahuan apriori tentang tubuh dan tubuh adalah pengetehuan aposteriori tentang kehendak.”

Ketika saya sampai pada kutipan itu, saya mendapat terang baru untuk memahami pandangan Schopenhauer tentang kehendak dan tubuh yang tadinya terasa mbulet. Saya coba menguraikannya satu per satu sejauh yang sudah saya pahami secara pintas lalu.

Pertama, kehendak adalah pengetahuan apriori tentang tubuh. Maksudnya, dengan memahami dan mengenali apa kehendak kita, maka kita baru bisa memahami tubuh kita secara apriori (sebelum terjadi), karena hanya dengan kehendak dan belum dengan tindakan, maka tubuh kita mau apa dan melakukan apa tidak akan pernah kita ketahui. Kehendak baru akan mewujud setelah tubuh bertindak. Sebelum tubuh bertindak, maka pemahaman kita tentang tubuh hanyalah praduga saja.

Kedua, tubuh adalah pengetahuan aposteriori tentang kehendak. Tubuh dalam pengertian kedua ini adalah tubuh yang sudah bertindak. Seperti yang sudah saya jelaskan tadi, kehendak baru bisa terlihat nyata setelah berhasil menggerakkan tubuh untuk bertindak. Tanpa tindakan, kehendak hanya menjadi kehendak, baru sekadar menjai niat. Nah, ketika tubuh bertindak, maka kita dan orang lain bisa mengetahui secara persis seperti apa sih kehendak kita itu. Kalau saya meminum air, maka saya dan orang lain bisa mengetahui bahwa “oh… si zen tuh berkehendak untuk minum”. Karena tindakan minum itu sudah dilakukan dan bisa dilihat, maka pengetahuan dan pemahaman tentang tubuh si zen yang sudah minum pun menjadi pengetahuan aspoteriori yang artinya pengetahuan yang diketahui setelah kejadiannya, jadi bukan kira-kira, karena tubuh si zen jelas-jelas sudah melakukan kegiatan minum.

Mungkin hanya itu dulu yang bisa saya catat. Oh ya, ada beberapa kutipan yang asik dari Schopenhauer. Di antaranya:

(1) Kehendak adalah pengetahuan apriori tentang tubuh dan tubuh adalah pengetehuan aposteriori tentang kehendak

(2) Sesuatu disebut derita jika ia bertentangan dengan kehendak

(3) Tubuh adalah syarat utama (untuk mengetahui) kehendak saya

————————————————

:: baca catatan-catatan saya yang lain di kuburan pejalanjauh

Explore posts in the same categories: filsafat

One Comment on “Kehendak Schopenhauer”

  1. badrus Says:

    apakah kehendak buta itu?
    mohon penjelasan..
    thanks


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: