Aku, Buku dan Ingatan yang Tak Kekal

Saya menyukai buku, seperti halnya saya menyukai sepakbola. Buku dan sepakbola, bagi saya, sudah teruji mampu menjadi karib yang ikhlas di semua periode transisi paling genting dalam hidup saya, bisa jadi lebih dari sekadar teman atau kekasih; kendati saya juga tahu antara buku, sepakbola, teman dan kekasih punya kekhasannya masing-masing dan tak bisa dibandingkan apple to apple.

Setiap hari saya melihat, menyentuh dan membaca buku untuk berbagai keperluan. Tidak semua buku yang saya baca itu bisa saya gunakan dalam kegiatan menulis. Banyak buku yang hanya mengeram di kepala saya. Karena ingatan saya terbatas, maka muncullah blog ini.

Dengan menulis di sini, saya berharap, ingatan saya tentang sebuah buku, sebuah bab, sebuah halaman atau sebuah kutipan yang saya baca bisa lebih awet dalam ingatan. Menulis adalah upaya mengikat makna yang kita dapat dari hasil membaca. Ya, mengikatnya, agar bacaan itu tak segera enyah dan lenyap dari ingatan.

Itulah sebabnya Virginia Wolf, penulis Mrs. Dolloway yang akhirnya bunuh diri, pernah bilang bahwa pembaca yang baik seharusnya menjadi penulis yang rajin.

Saya tak berniat menulis sebuah review atau resensi buku. Sama sekali tidak. Blog ini lebih banyak menggambarkan dan memaparkan bagaimana sebuah buku memikat saya, bagian apa yang paling menarik atau fragmen mana yang saya anggap paling penting. Pendeknya, blog ini adalah catatan-catatan spontan saya tentang sebuah buku atau satu bab dari sebuah buku atau bisa jadi hanya satu halaman dari sebuah bab yang ada dalam sebuah buku.

Buku, bagi saya, adalah teman bercakap, bukan musuh yang mesti ditaklukkan dan lantas saya kerangkeng dalam memori. Karena buku adalah teman bercakap, saya pilih suka-suka saja mana yang ingin saya tulis, bab apa yang ingin saya komentari atau halaman mana yang ingin saya ungkapkan di sini. Saya juga tak peduli soal panjang dan pendeknya postingan. Bisa jadi postingannya hanya satu paragraf atau bisa ribuan kata. Mungkin satu postingan hanya terdiri dari satu kutipan yang saya comot begitu saja dari sebuah buku yang baru saya baca.

Inilah percakapan saya dengan sejumlah buku. Ya, sebuah musyawarah buku. Jika mau, Anda bisa bergabung dengan permusyawaratan ini.

————————————–

:: baca catatan-catatan saya yang lain di kuburan sebelah

Explore posts in the same categories: biografi

2 Comments on “Aku, Buku dan Ingatan yang Tak Kekal”

  1. herlinatiens Says:

    ancene sampeyan narsis…:) dih kangen ane ma jadul, waktu kita selalu bilang, “STRES BEBAS MAS.” kapan kita barenganlah ma teman2 yg lain ngopi2 di pinggir pantai. tidur di paris lagi. cuhuy…sukses ya bro..luv you lah

  2. danialukitasari Says:

    Mas, mas, boleh kenalan? Tertarik banget sama semua tulisan2 dan hobby bukunya, walaupun belum dibaca semua. Hehehe. Ini gk ada profilenya yah? Hmmm…. Terimakasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: